mozaik kehidupan

merangkai kepingan yang terserak
Recent Tweets @
Ketika mata menjadi kering dari tangisan karena takut kepada Allah, maka ketahuilah bahwa keringnya itu disebabkan oleh kerasnya hati. Sedangkan hati yang paling jauh dari sisi Allah adalah hati yang keras.
Imam Ibnul Qayyim, dalam “Hindari Neraka dengan Air Mata”
Qabishah bin Qais al-Anbari berkata: adh-Dhahhak bin Muzahim apabila menemui waktu sore menangis, maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Beliau menjawab, “Aku tidak tahu, adakah diantara amalku hari ini yang terangkat naik/diterima Allah.” (lihat Aina Nahnu min Akhlaq as-Salaf, hal. 18)
via fb (via bungabiru)
Gemetarnya hati, berlinangnya air mata, dan badan yang menggigil di saat menyimak ayat-ayat Allah dan melantunkan dzikir-dzikir yang disyariatkan merupakan keadaan terbaik yang telah disinyalir dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.
Ibnu Taimiyah

Dakwah adalah cinta, dan cinta akan meminta segalanya darimu, sampai pikiranmu, sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.. Bahkan, ketika tidur, isi mimpimu pun tentang dakwah.. tentang umat yang kau cintai.

Lagi-lagi, memang seperti itulah dakwah. Dakwah akan menyedot seluruh saripati energimu.. Sampai tulang belulangmu, Sampai daging terakhir yang menempel di tubuhmu. Tubuh yang luluh lantak karena diseret dan tubuh yang hancur lebur karena senantiasa dipaksa berlari.

Seperti itu pula yang terjadi pada rambut Rasulullah. Beruban karena karena beban berat ayat yang Allah turunkan kepadanya. Meski sebenarnya ia pasti akan menjadi tua.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz.. Dia memimpin hanya sebentar, namun kaum muslimin sudah dibuat bingung karena tidak ada orang miskin yg bisa diberi sedekah.

Tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana.
Umar meninggal dengan luka karena ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah, bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak…
Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani…
justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi…
akhirnya menjadi adaptasi.
Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur,
pada akhirnya salah satunya harus mengalah.
Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman.
Lalu iman akan terus berkobar dalam dada.


Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.
Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda, dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Namun saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk.
Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu.

Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya,
adalah anak kemarin sore.
Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu.
Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah.
Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan,
mereka merasa menjadi orang besar.
Dan mereka justru menjadi target doa para mujahid sejati, “
ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak.
Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya
harus mengalah…

Maka…
Luruskanlah niatmu Hai sahabat
Membina umat, menggapai hidayah
Tetapkanlah langkahmu saudaraku,
Dalam menapaki langkah perjuangan
Teguhkanlah jiwamu kawan,
Usah kau ragu dengan janji Rabb mu
Melaju menderu tanpa jemu
Runtuhkan barisan musuhmu..

Doa yang sangat agung yang perlu kita jaga agar selalu membacanya setiap kali kita sholat (sebelum salam) adalah doa, “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika”
(Ya Allah tolonglah aku untuk senantiasa berdzikir mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah dengan baik kepadaMu)

Nabi pernah berwasiat kepada Mu’adz untuk senantiasa berdoa dengan doa ini di setiap akhir shalatnya.

Ibnu Taymiyyah mengatakan, “Aku merenung mengenai doa yang paling manfaat, maka aku dapati bahwa seorang hamba yang berdoa pada Rabbnya agar ditolong untuk berbuat taat adalah doa yang paling bermanfaat”

@saad_alkhathlan - Prof. Dr. Sa’ad Al Khathlan, dosen di King Saud University (KSU) Riyadh, Saudi Arabia (via @twitulama)
Orang yang berakal itu bukanlah yang mengetahui mana yang baik dan buruk, yang disebut berakal adalah seorang yang mengetahui kebaikan lantas ia mengikutinya dan yang mengetahui keburukan lalu menjauhinya
Sufyan bin Uyainah (via bungabiru)
Sarah Mantovani
 : “Ilmu-ilmu keagamaan itu haruslah dijadikan dasar hidup sebab dialah yang menilai kehidupan. Dari segi pandangan Islam, manusia yang baik ini ialah manusia yang insaf akan tanggungjawab dirinya kepada Tuhannya yang hak; manusia yang memahami serta menyelenggarakan penunaian keadilan terhadap dirinya dan diri-diri lain dalam masyarakatnya; manusia yang dalam serba-serbi tingkah lakunya senantiasa mengasuh dirinya menuju ke arah kesempurnaan sebagai insan adabi”.
(Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Risalah Untuk Kaum Muslimin hlm. 43)
(via bungabiru)
Ketika menjadikannya cinta, kau akan rela memberikan semua. Dari peluh keringat hingga terkurasnya pikiran dan energi. Ketika menjadikannya cinta, tak ada yang kau inginkan selain memberikan yang terbaik untuk yang kau cintai.

Di Cari!! Mahasiswa UI yg peduli dunia pendidian & bertekad jadi pemimpin masa depan!

Excellent Institute presents:
BEASISWA EXIST MENGAJAR (BEM)

merupakan gabungan beasiswa kuliah, program pengembangan diri, pengabdian masyarakat dan magang.

fasilitas:
1. beasiswa kuliah Rp. 1.800.000,- / semester
2. Program : pelatihan leadership, public speaking, perencanaan karier, dll
3. Honor mengajar sampai dengan Rp 1.000.000,-
4. Mendapatkan sertifikat magang *kontrak beasiswa selama 1tahun

syarat:
1. Mahasiswa UI minimal semester 3, IPK min. 2,75
2. Bersedia mengajar 20 sesi/bulan atau 10 hari/bulan. waktu dan jenjang disesuaikan
3. Berkomitmen mengikuti program pengembangan diri

Berkas:
Kirim CV, foto terbaru 3x4, copy transkip nilai, dan essay tentang visi hidup dan kenapa pantas menerima BEM. Kirim ke naufal40@yahoo.com paling lambar 12 MEI 2013

Learn - Share - Success

*ayoo ikuutt :)

Prosedur Pengesahan Proposal Program Kerja Lembaga Fakultas Psikologi UI :)

cc: @MPMFPsiUI